Logo AJPKM

Unsur gambar
1) Manusia (ilmuwan) yang sedang membentangkan tangan; mengandung makna insan cendekia yang terbuka terhadap segala perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan; 2) Buku dalam keadaan terbuka; mengandung makna semua pengetahuan manusia yang akan menjadi rujukan ilmiah atau wadah ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh manusia. 3) Pena; mengandung makna alat untuk menuliskan ilmu pengetahuan sebagai hasil pencarian dan pengetahuan manusia tentang hidup dan hakikat hidup (ilmu pengetahuan itu sendiri).

Unsur teks
1) Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat; mengandung arti nama terang dari asosiasi pengelola jurnal pengabdian kepada masyarakat di seluruh penjuru negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dibentuk sebagai wadah/organisasi silaturahmi yang menaungi jurnal-jurnal pengabdian kepada masyarakat untuk terus berkembang sesuai tujuan pendidikan nasional yang memberikan manfaat kepada manusia, lingkungan, dan alam beserta seluruh isinya. 2) AJPKM; merupakan singkatan atau kependekatan dari Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 3) Siar Abdi Ilmuwan; merupakan semboyan dari organisasi AJPKM yang mengandung makna usaha/ikhtiar insan cendekia (ilmuwan) dalam menyebarkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya bagi kemaslahatan alam semesta beserta isinya.

Unsur warna
Pada intinya, logo AJPKM terdiri dari tiga (3) warna dasar (HITAM, EMAS, dan HIJAU LAUT (sea green)) dengan penambahan aksen gradasi warna lebih muda dari ketiga warna tersebut untuk membangun kesan tiga dimensi (3D), dimana makna dari masing-masing warna tersebut adalah: 1) Hitam; ketegasan dalam hal memegang komitmen para insan cendekia (ilmuwan) dalam mencari, mengolah, dan menyebarkan ilmu pengetahuannya bagi kemaslahatan manusia dan alam beserta isinya. 2) Emas; mengandung makna kemenangan, kemuliaan, manfaat, baik proses dari tindakan mencari ilmu pengetahuan maupun dari ilmu pengetahuan itu sendiri 3) Hijau laut; diambil dari warna laut, dimana laut itu sendiri mengandung makna luasnya ilmu pengetahuan yang harus dicari, digali, dan dikembangkan oleh manusia sebagai insan cendekia.